Jumat, 03 Desember 2010

Forecasts:

Print

Gunung Merapi, Indonesia 6 Day Weather Forecast

Issued (local time): 12 am Friday 03 Dec 2010
 Days 0-3 Weather Summary: Heavy rain (total 23mm), heaviest during Sun morning Very mild (max 12°C on Fri night, min 11°C on Fri morning) Wind will be generally lightDays 3-6 Weather Summary: Heavy rain (total 43mm), heaviest during Tue night Very mild (max 12°C on Wed night, min 10°C on Tue night) Wind will be generally light
Fri
03
morn-
ing
Fri
03
after-
noon
Fri
03
night
Sat
04
morn-
ing
Sat
04
after-
noon
Sat
04
night
Sun
05
morn-
ing
Sun
05
after-
noon
Sun
05
night
Mon
06
morn-
ing
Mon
06
after-
noon
Mon
06
night
Tue
07
morn-
ing
Tue
07
after-
noon
Tue
07
night
Wed
08
morn-
ing
Wed
08
after-
noon
Wed
08
night
 dayrainshowersdayrainshowersnightpartclouddayrainshowersdayrainshowersnightrainshowersdayrainshowersdayrainshowersnightpartclouddayrainshowersdayrainshowersnightpartclouddayrainshowersdayrainshowersnightrainshowersdayrainshowersdayrainshowersnightclear
Wind
(km/h)
windNW5metric.gifwindSW5metric.gifwindWSW5metric.gifwindSE5metric.gifwindE5metric.gifwindENE5metric.gifwindE10metric.gifwindENE5metric.gifwindE5metric.gifwindE10metric.gifwindESE5metric.gifwindESE5metric.gifwindE10metric.gifwindE5metric.gifwindENE5metric.gifwindENE15metric.gifwindE15metric.gifwindE20metric.gif
Summaryrain shwrsrain shwrssome cloudsrain shwrsrain shwrsrain shwrsrain shwrsrain shwrssome cloudsrain shwrsrain shwrssome cloudsrain shwrsrain shwrsrain shwrsrain shwrsrain shwrsclear
Snow (cm)------------------
Rain (mm)22-24157-59-561431-
High °C111112111111111111111111111111111112
Low °C111111111111111111111111111110111111
Chill °C1111121011101010101011101011109910
Freezing level (m)500049504950495049504950500049504900490049504950495049004850495049004900
Gunung Merapi freezing level scale
mountain backdropGunung Merapi freezing level
Sunrise5:11--5:11--5:11--5:11--5:13--5:13--
Sunset-17:43--17:44--17:44--17:45--17:45--17:45-

This table gives the weather forecast for Gunung Merapi at the specific elevation of 2911 m. Our advanced weather models allow us to provide distinct weather forecasts for several elevations of Gunung Merapi. To see the weather forecasts for the other elevations, use the tab navigation above the table. For a wider overview of the weather, consult the Weather Map of Indonesia.

Status Merapi Turun dari Awas ke Siaga


Status Merapi Turun dari Awas ke Siaga
Gempa vulkanik dan awan panas Merapi alias wedhus gembel kini menurun jauh.

VIVAnews - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pukul 09.00 WIB ini menurunkan status Awas Gunung Merapi menjadi Siaga. Penurunan didasarkan pengamatan secara instrumental dan visual.

Pengumuman penurunan status disampaikan Ketua PVMBG Surono di Kantor BPPTK, Yogyakarta, Jumat 3 November 2010.

Dari pengamatan instrumental, kata Surono, gempa vulkanik dalam beberapa hari ini mengalami penurunan. Demikian pula dengan guguran dan gempa multifase. "Awan panas juga tidak keluar lagi. Ini menandakan tidak ada lagi erupsi. Gempa tremor juga turun jauh," kata Surono sambil menambahkan deformasi atau penggelembungan perut Merapi tidak terlihat lagi.

Sementara dari pengamatan visual di CCTV Ketep dan Manisenggo, Merapi masih tertutup awan. Namun masih terlihat adanya asap yang membumbung dengan ketinggian 500-700 meter.

"Kandungan gas seperti belerang juga mengalami penurunan drastis, sehingga dengan pertimbangan pengamatan instrumental dan visual,  maka PVMBG memutuskan menurunkan status Merapi dari Awas ke Siaga," katanya.

Namun jika sewaktu-waktu Merapi menunjukkan aktivitas tinggi, maka PVMBG akan kembali menaikkan status ke Awas. Namun jika aktivitasnya terus menurun status akan diturunkan menjadi Normal.

Konsekuensi dari penurunun status itu, maka zona rawan bencana Merapi diturunkan. "Daerah yang sama sekali tidak boleh ada aktivitas menjadi 2,5 km dari puncak Merapi. Aturan ini berlaku untuk seluruh lereng baik di Yogyakarta maupun Jawa Tengah," katanya.
Laporan: Juna Sanbawa | Yogyakarta, umi
• VIVAnews

Warga Mau Dievakuasi Setelah Selamatan



KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Ilustrasi
BOYOLALI, KOMPAS.com - Warga lereng Merapi di tiga dusun di Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, yang terisolir mau dievakuasi, setelah mereka melaksanakan selamatan di kampungnya. 

"Warga tiga dusun tersebut, Sumber, Bakalan, dan Bangunsari di Desa Klakah, terisolir, karena akses jalan masuk terputus akibat jembatan Sungai Landon ambrol diterjang banjir lahar dingin yang terjadi Rabu," kata Kepala Dusun Sepi, Desa Jrakah, Ngatun Supriyanto, Kamis (2/12/2010).

Warga sudah kembali ke tiga dukuh tersebut, mereka menolak untuk dievakuasi yang dilakukan gabungan aparat TNI, Polisi, kecamatan, dan Tim SAR. 

"Warga hanya mau mengungsi kalau sudah selesai menggelar selamatan di kampungnya, kata Ngatun. 

Selamatan tersebut, kata Ngatun, merupakan agenda rutin setiap menjelang bulan Sura atau tahun baru Kalender Jawa. 

Oleh karena itu, tim evakuasi hanya dapat mengikuti keputusan warga, mereka terpaksa menunggu warga usai menggelar selamatan.
ANT
Sumber :
Editor: Benny N JoewonoDibaca : 145
Sent from Indosat BlackBerry powered by

Kamis, 02 Desember 2010

KLATEN - Tiga Kecamatan di Klaten, yang dilalui Kali Woro, yaitu Kecamatan Kemalang, Maningrenggo, Karangnongko terancam terkena banjir lahar dingin.

Pihak Pemkab setempat meminta untuk segera mengosongkan warga yang tinggal di radius 300 meter dari kali woro, menyusul banjir lahar dingin ke sungai yang berhulu ke Merapi ini semakin menggila.

"Kondisi cuaca yang tidak menentu di puncak  Merapi, memiliki andil besar terjadinya banjir  lahar dingin. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami sudah mengirimkan surat kepada camat di tiga kecamatan tersebut, untuk  mengkosongkan radius 300 meter dari Kali  Woro," jelas Kepala Kesbanglinmas Klaten, Sri  Winoto, kepada wartawan, Rabu (1/12/2010). 
Menurut Sri Winoto, dasar surat tersebut menyusul  instruksi langsung dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang meminta agar  sepanjang aliran Kali Woro untuk disterilkan dari  aktivitas penambangan manual dan berat serta warga.
Sri Winoto juga meminta kepada perangkat desa untuk menenangkan warganya agar tidak panik, menyusul banjir lahar dingin yang sudah  terjadi tiga hari ini. Terutama yang tinggal berdekatan dengan Kali Woro, di Desa Talun, Kecamatan Kemalang, Klaten. Pihaknya telah mensiagakan evakuasi bila sewaktu-waktu Kali Woro meluap dan mengancam 125 jiwa warga yang tinggal berdekatan dengan kali tersebut.









Rabu, 01 Desember 2010

Pemkab Klaten Bentuk BPBD pada 2011

Klaten, (tvOne) 

Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah akan membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah pada 2011 mendatang sebagai bentuk antisipasi penanggulangan bencana yang rentan terjadi di daerah tersebut.

"Saat ini proses pembentukan BPBD di tingkat daerah Klaten telah memasuki tahap awal yakni penetapan Peraturan Bupati," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Klaten, Edy Hartanta, Jumat.

Peraturan yang ditetapkan Bupati Sunarna tersebut telah dikirimkan kepada Menteri Dalam Negeri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk diupayakan sebagai rancangan peraturan daerah pada 2011 mendatang.

Dengan demikian, lanjutnya, raperda akan mempermudah proses pembentukan badan penanggulangan bencana daerah di Klaten yang telah diwacanakan sejak pertengahan 2009 tersebut.

Pembentukan BPBD, lanjut Edy, secara keseluruhan bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses penanggulangan bencana di tingkat daerah, baik dari segi sarana prasarana maupun alokasi anggaran.

"BPBD di tingkat kabupaten akan berkoordinasi secara langsung dengan BNPB maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana di tingkat provinsi," katanya.

Dalam tiga bulan terakhir, sempat terjadi bencana banjir, angin puting beliung, gempa bumi, dan erupsi Gunung Merapi di sebagian wilayah Kabupaten Klaten.

Selama ini, jelas dia, tugas pokok dan fungsi penanggulangan bencana di Klaten dipegang oleh Badan Kesatuan Bangsa Politik Perlindungan Masyarakat. "Jika BPBD terbentuk, secara otomatis akan dilakukan evaluasi dan peninjauan tugas pokok fungsi organisasi yang berkaitan langsung dengan upaya penanggulangan bencana," katanya.

Terkait rekrutmen personil BPBD, Edy menambahkan pihaknya akan mengkonsultasikan pada Badan Kepegawaian Daerah setempat karena para personilnya akan diisi jajaran pegawai negeri sipil. "Nantinya, pejabat yang akan mengisi personil BPBD akan setara dengan pejabat eselon II," kata Edy.

Sebelumnya, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Ma`arif mengatakan setiap kabupaten dan kota harus memiliki badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) karena Indonesia merupakan salah satu negara yang dipetakan sebagai kawasan potensial bencana.

"Badan penanggulangan bencana daerah seharusnya dibentuk untuk mengkordinasikan masing-masing dinas untuk meminimalisasi dampak bencana seperti jatuhnya korban jiwa," kata Syamsul.

Ia menjelaskan pembentukan BPBD merupakan salah satu amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. "Seharusnya UU tersebut menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Kota dan Kabupaten agar segera membentuk BPBD," kata dia.

Saat ini, jelasnya, hanya 171 kabupaten dan kota dari sekitar 450 daerah Indonesia yang memiliki BPBD. (Ant)

Ratusan Pengungsi di Klaten Mulai Tempati Shelter

KLATEN--MICOM:Sebagian pengungsi letusan Gunung Merapi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/11) mulai menempati shelter di lapangan Desa Dompol, Kecamatan Kemalang. 

Namun, hunian sementara yang dibangun lembaga swadaya masyarakat itu belum dilengkapi fasilitas listrik, air bersih, dan mandi cuci kakus (MCK). Saat ini shelter tersebut ditempati 512 pengungsi. Mereka warga Desa Sidorejo, salah satu dari empat desa di lereng gunung yang masuk kawasan rawan bencana. Sebelumnya, mereka tersebar di beberapa titik pengungsian di Desa Manjung, Kecamatan Ngawen. 

"Shelter model tenda yang dibangun di desa itu berjumlah 52 unit dengan kapasitas 10 orang per unit," kata Ketua Paguyuban Sabuk Merapi Sukiman. 

Hampir seluruh 2.900 warga Desa Sidorejo mengungsi saat terjadi bencana letusan Merapi pada 5 November lalu. Namun, kata Koordinator Posko Satlak PB Klaten Joko Rukminto, setelah ancaman bahaya Merapi mereda, mereka bersangsur-angsur kembali ke rumah. Termasuk sekitar 800-an orang yang di barak Dodiklatpur, Klaten Selatan. "Di barak ini tinggal 689 pengungsi dari Desa Balerante," jelasnya. 

Pemkab Klaten menyiapkan 167 hunian sementara untuk warga Desa Balerante di Bumi Perkemahan Kepurun, Kecamatan Manisrenggo. Hunian sementara ini akan dibangun oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, tetapi hingga kini belum juga dimulai pelaksanaannya. (JS/OL-04) 

Pasmar-1 Bersihkan Lalat dan Nyamuk Dibekas Rumah Warga

Setelah sekian lama rumah penduduk terbengkalai karena di tinggal mengungsi, satu diantara permasalahan yang timbul adalah serangan nyamuk dan lalat yang menyerang pemukiman warga yang kembali ke rumah walau dalam radius bahaya. 

Serangan nyamuk dan lalat ini muncul karena banyaknya bangkai binatang dan tidak terjaganya kebersihan lingkungan akibat di tinggal ke pengungsian.

Prajurit Marinir Pasmar-1 yang tergabung dalam Satgas PB Merapi bekerja sama dengan Dinkes dan IDI Kabupaten Klaten memfoging rumah-rumah penduduk yang sudah dihuni di Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/11).

Tujuan penyemprotan foging yang di lakukan Prajurit Marinir Pasmar-1, seperti yang di sampaikan Letkol Laut (K) ANDI ABDULLAH, SP,BO Dansatgas SSY 1 Marinir, adalah meminimalisasi dampak yang di timbulkan oleh kedua hewan tersebut seperti demam berdarah, kolera, disentri dan lainnya. 

Hal ini penting mengingat menurunnya daya tahan tubuh akibat keterbatasan ruang gerak dan bercampurnya orang dengan berbagai riwayat kesehatan selama di pengungsian. 

Sebanyak 30 personel Marinir Pasmar-1 yang di bagi menjadi 2 tim memfoging dan menyemprotkan disinfektan bersama dengan Tim Dinkes Klaten di rumah-rumah penduduk serta melanjutkan pembakaran bangkai hewan ternak akibat erupsi gunung Merapi.

Pada kesempatan itu juga, Irjen Polisi PRASTYO Wakil Ketua BNPB meninjau secara langsung situasi dan kondisi terkini di Desa Balerante serta melihat secara langsung aktifitas anggota Satgas PB Gunung Merapi. 

Didampingi Brigjen TNI SYAHIDING A, Dansatgas TNI PB Merapi, bersama Letkol Laut (K) ANDI ABDULLAH SP.BO, Dan Satgas PB Merapi SSY 1 Marinir, melansir siaran pers untuksuarasurabaya.net, Selasa (30/11) kunjungan juga didampingi Bupati Sleman, Camat Klaten, serta sejumlah para pejabat instansi terkait.(tok)

Teks foto:
-Prajurit Marnir Pasmar-1 melakukan fogging.
Foto: Koptu Marnir BUDI ABDILLAH Pasmar-1


Sumber : KelanaKota

Kali Woro banjir lahar dingin .

KLATEN - Ribuan meter kubik material lahar dingin Gunung Merapi membanjiri Kali Woro, Kecamatan Kemalang, dalam dua hari terakhir hingga Selasa (30/11). Kalau hujan deras terus mendera di puncak Merapi, dikhawatirkan timbunan material longsor dan membanjiri desa-desa di hilir Kali Woro.

Banjir lahar dingin Gunung Merapi mulai mencapai alur Kali Woro sejauh 10 km mendekati cek dam Kendalsari, Kecamatan Kemalang. Sehubungan itu, Pemkab dan Polres Klaten semakin memperketat pengamanan wilayah pinggir sungai, sehingga warga tidak nekat beraktivitas di alur sungai. Sejumlah warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, mengungkapkan, hujan yang terjadi Senin petang (29/11) menyebabkan banjir lahar dingin dalam skala sedang di alur Kali Woro.

Kendati relatif kecil dibandingkan banjir ke arah Kali Code, Kali Boyong dan Kali Gendol, Yogyakarta, namun jangkauannya sudah jauh. Kalau dua hari sebelumnya banjir lahar baru mencapai di bawah cekdam Karangbutan, Desa Sidorejo, Banjir yang terjadi dua hari terakhir ini sudah lebih jauh ke hilir melewati Wukirsari. ’’Banjir lahar dingin kali ini, kemungkinan korban jiwa atau truk tak terjadi. Sebab para penambang hanya bekerja sampai jam 12.00 WIB,’’ ungkap Sri Haryanto, warga setempat, Selasa (30/11).

Longsor
Disebutkan, tumpukan material vulkanik Merapi yang tertimbun di sekitar kawah saat erupsi kemarin, longsor akibat hujan deras selema beberapa hari terakhir. ’’Jika di puncak hujan deras, banjir lahar dingin terjadi aliran ke Kali Woro,’’ ungkap Petugas di Pos Pantau Balerante, Sukamto Sastro Darsono.

Sehubungan itu, Sukamto meminta masyarakat di sekitar Kali Woro menjauhi wilayah itu. Selain bersuhu tinggi, material yang dibawanya mengeluarkan asap belerang yang membahayakan pernapasan. Dari pos pantauan, lahar dingin terlihat dengan asap tebal yang mengepul dari hulu alirannya.

Sementara itu Penasihat Paguyuban Sabuk Gunung (Pasag) Merapi, Sukiman, mengungkapkan, lahar dingin dengan intensitas tinggi mengalir sejak Senin kemarin. Volumenya tergolong besar, jika dibandingkan dengan aliran lahar dingin pada kejadian sebelumnya.

Menurutnya, potensi kerawanannya perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat di hilir Kali Woro seperti Desa Kendalsari dan Talun, Kecamatan Kemalang serta Desa Sukorini Kecamatan Manisrenggo. Masyarakat di wilayah tersebut berpotensi besar menerima dampak langsung lahar dingin Merapi.
 Sumber: Kt.4-die